Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rita tri pamungkas
Sis paketannya udah nyampe. Bagus2 banget bandananya. Thanks
Customer Service

SMS / Hotline
+62 816 66 64 64



By Admin  Article Published 03 March 2017
 
Menangis merupakan cara bayi menyampaikan rasa lapar, sakit, takut, mengantuk, dan sebagainya. Memang tidak mudah mengartikan tangisan bayi, terutama di saat awal menjadi ibu. Beberapa penyebab tangisan bayi yang umum antara lain sebagai berikut:

1. Lapar
 
Ini adalah hal pertama yang paling mungkin diartikan dari tangisan si kecil. Jika ibu sudah memahami tanda bayi lapar, ibu bisa memberikan makanan atau menyusui sebelum bayi mulai menangis. Beberapa tandanya antara lain memainkan bibir atau mengecap2, gelisah, mencari-cari jari yang menempel di pipinya, atau memasukkan jari ke mulut.

 
2. Perut tidak nyaman karena kolik atau udara
 
Bila perut bayi terasa tidak nyaman, biasanya bayi akanlebih banyak menangis, terutama setelah pemberian susu. Gas dalam perut dapat masuk ketika bayi menyusu. Dan jika hal tersebut berulang minimal 3jam sehari, 3hari seminggu, sedikitnya 3minggu berturut2 maka dapat dikatakan bayi mengalami kolik. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membantu antara lain memberikan pijatan lembut untuk membantu pencernaan bayi. Gas juga dapat dibantu keluar dengan meletakkan bayi terlentang lalu menggerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda.Image result for crying baby
Selain gas, konstipasi atau susah buang air besar juga dapat menimbulkan tekanan pada perut sehingga menyebabkan rasa tdk nyaman dan bayi pun menangis. Dalam kasus ini, ibu bisa mengamati frekuensi BAB-nya dan berkonsultasi dengan dokter jika bayi terus menangis.
 
3. Butuh Bersendawa
Sebenarnya bersendawa bukanlah suatu keharusan, namun jika bayi menangis setelah menyusu, maka kemungkinan besar ia merasa tidak nyaman karena butuh bersendawa dan mengeluarkan udara yg masuk ketika menyusu.
 
4. Popok kotor
Ada bayi yang cukup tahan dengan popok kotor (BAB) selama beberapa saat, namun ada pula yang merasa risih dan ingin segera digantikan. Tidak ada salahnya mengecek popok si kecil ketika ia menangis.

5. Ingin tidur
Bayi yang mengantuk seringkali gelisah dan menangis karena kesulitan tidur padahal sudah sangat lelah atau mengantuk. Salah satu tanda yang dapat dikenali ibu adalah ketika ia menguap, segera menidurkan bayi dapat mengurangi rewel dan tangisannya. Bayi yang mulai bertumbuh besar akan sangat tertarik dengan lingkungannya, sehingga terkadang ia tidak rela untuk tidur walaupun sebenarnya lelah dan mengantuk. Ibu bisa mengurangi rangsangan sensorik, misalnya menggelapkan ruangan, menciptakan suasana sunyi, sehingga bayi akan teralihkan dan bisa tidur lebih mudah.

6. Ingin dipeluk
Bayi membutuhkan banyak sekali belaian dan pelukan, ia senang melihat wajah orang tuanya, mendengar suara dan detak jantungnya, bahkan bayi dapat mengenali bau khas orang tuanya. Menangis merupakan salah satu cara bayi menyatakan kebutuhannya untuk dibelai dan dipeluk. Bisikan lembut penuh kasih sayang dijamin dapat membantunya meredakan tangisnya.

7. Merasa terlalu dingin atau panas
Hal ini dapat terjadi ketika ibu mengganti pakaian atau popoknya, bayi akan menangis jika ia merasa kedinginan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai kehangatan (tidak sampai panas), ia akan nyaman mengenakan baju atau selimut 1lapis lebih dari yang ibu nyaman gunakan di ruangan yg sama. Jadi tidak perlu khawatir si kecil kedinginan dengan baju 1lapis jika menurut ibu udara memang sedang terasa panas.

8. Merasakan sakit atau tdk nyaman
Terkadang kita perlu menempatkan diri sebagai bayi yang belum bisa menunjukkan ketidaknyamanannya selain dengan menangis. Misalnya apakah bajunya nyaman, adakah label atau tag yang mengganggu atau tdk nyaman di kulit? Apakah ia capek di posisi tidur yang sama terus menerus? Apakah ada helai rambut yang mengikat jarinya? Apakah lampunya terlalu terang? Apakah bajunya basah dan tdk nyaman? Berbagai hal tersebut dapat ibu cek ketika bayi menangis.

9. Tumbuh gigi
Gigi bayi yang akan tumbuh leluar, mendorong gusi bayi ke atas, sehingga tentunya menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman pada bayi. Ibu bisa membantu mengurangi rasa aakitnya dengan memberikan teethr/ gigitan yang empuk, atau mengusap gusinya dengan lembut.

Image result for crying baby10. Terlalu banyak stimulasi sensori
Bayi mempelajari lingkungan sekitarnya darki berbagai stimulasi yang diterimanya, namun terlalu banyak input tentunya akan susah dicerna sekaligus. Menangis bisa jadi sebagai cara bayi untuk mengatakan "cukup dulu untuk sekarang", misalnya jika ia berada di ruang yang terlalu terang dengan banyak orang dan suara yang terlalu ramai. Ibu bisa membawa bayi ke tempat yg lebih tenang/sepi, lebih teduh, sehingga ia pun dapat menenangkan diri.

11. Ingin stimulasi lebih banyak
Bayi yang sedang berkembang terkadang merasa bersemangat untuk tetap aktif dan mengenal dunia luar. Ibu bisa merencanakan berbagai aktivitas bersama si kecil misalnya berkumpul dengan orang tua lain dengan bayi seumuran, pergi ke taman bermain, atau tempat2 lain yang dapat menyibukkan bayi menerima banyak stimulasi dari dunia luar.

12. Sakit
Jika ibu sudah mengecek berbagai kebutuhan dasarnya terpenuhi namun bayi tetap menangis atau rewel maka kemungkinan terakhir adalah bayi merasa tidak enak badan. Ibu bisa mengecek suhu badannya kalau2 demam atau mengenali berbagai gejala lain yang muncul misalnya ruam. Jika ibu masih tidak yakin, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.


Related Article