Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rita tri pamungkas
Sis paketannya udah nyampe. Bagus2 banget bandananya. Thanks
Customer Service

SMS / Hotline
+62 816 66 64 64



By Admin  Article Published 03 January 2013
 
HPL atau Hari Perkiraan Lahir adalah hari perkiraan kapan ibu hamil akan melakukan proses persalinan. Cara termudah dan yang paling banyak dilakukan untuk menghitung HPL adalah dengan menggunakan rumus Naegele, yang dihitung berdasarkan pada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) yang dialami ibu hamil.
 
Rumus Naegele:
HPL = Tanggal hari pertama haid terakhir + 7, bulan – 3, tahun + 1.
Jika bulan tidak bisa dikurangi 3 maka bulan ditambah 9 dan tidak ada penambahan tahun

Rumus Naegele ini sudah digunakan sejak tahun 1800an dan tetap dipergunakan hingga sekarang. Asumsi nya usia kehamilan normal adalah 38 minggu. Tetapi karena diperhitungkan dari HPHT dan bukan dari tanggal ovulasi, maka menjadi 40 minggu. Karena pada siklus haid normal (28 hari) ovulasi terjadi pada 14 hari sebelum haid yang akan datang atau 14 hari setelah HPHT.

Oleh karena itu, rumus Naegele hanya cocok untuk ibu hamil yang siklus haidnya 28 hari. Untuk siklus haid yang lebih pendek atau panjang, maka dapat digunakan Parikh's Formula, yaitu dengan cara menghitung kapan terjadinya ovulasi pada siklus tertentu. Yaitu dengan rumus Lama Siklus Haid - 14 hari.

Sehingga didapat rumus perhitungan HPL sebagai berikut :
HPL = HPHT + 9bulan – 7hari + (Lama Siklus Haid – 14hari) , dan disederhanakan menjadi :
HPL = HPHT + 9bulan + (Lama Siklus Haid – 21 hari)

Contoh :
Jika HPHT pada tanggal 1 januari 2013 (Siklus Haid 28 hari), maka HPL nya adalah tanggal 8 Oktober 2013.
Jika Siklus Haid 40 hari, maka HPL nya menjadi :
HPHT + 9bulan + (40-21)hari > HPHT + 9bulan + 19hari > tanggal 20 Oktober 2013



Related Article